Minggu, 08 Mei 2011

Nabi mohon ampun berarti pendosa ?


Beberapa hadits yang menyatakan Rasulullah berdoa dan memohon ampunan Allah dijadikan alasan bahwa Rasulullah adalah seorang pendosa. Tuduhan ini ia kuatkan dengan beberapa hadits yang dipahami keliru seperti pada hadits tentang air susu onta yang sudah kita bahas sebelumnya..

Memohon ampunan Allah adalah sikap para nabi-nabi yang diajarkan kepada umatnya, dan hal itu sama sekali tidak menunjukkan suatu kelemahan apalagi dikatakan sebagai seorang pendosa. Hanya orang yang suka mendongakkan kepala saja yang mengatakan hal itu sebagai suatu kekurangan.

Nabi Musa As. juga berdoa memohon ampunan Allah atas kesalahan membunuh orang Mesir yang telah membunuh orang Ibrani.42 Nabi Isa As. (Yesus) juga melakukan hal yang sama, sebagaimana doa yang beliau ajarkan kepada para murid­muridnya:

"dan ampunilah kami dari kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni mengampuni orang yang bersalah kepada kami; " (Matius 6: 12).

Mungkin saja otoritas gereja berkilah bahwa doa di atas hanyalah sekedar ajaran yang tidak menunjukkan bahwa Yesus pernah berdosa, namun demikian tidak ada bukti-bukti yang mengatakan bahwa beliau tidak pernah bersalah, namun sebaliknya beliau malah dibabtis oleh Nabi Yahya, yang melembagakan pembabtisan sebagai simbol pengampunan bagi orang bertobat. Jika pemikiran ungul-mengunggul atau setidaknya membedakan antara para nabi Allah ini dituruti, maka mestinya nabi Yahya lebih suci dari Yesus, sebab Yohaneslah yang membabtisnya di sungai Jordan. Namun demikian pemikiran semacam itu ditolak keras oleh Islam, sebab pada dasarnya mereka semuanya adalah manusia suci ciptaan Allah, dan sebagai ciptaan kesalahan kecil dari mereka mungkin saja terjadi, dan itu tidak mengurangi kredibelitas mereka sebagai pembawa wahyu, justru hal itu menyatakan bahwa mereka hanyalah manusia utusan Allah yang di utus kepada manusia.

Dr. Sanihu Munir, yang juga mengomentari masalah ini, mengutip pernyataan Yesus dalam Naskah Laut Mati yang menyatakan bahwa Yesus memohon ampun kepada Allah atas segala dosa-dosanya, seperti kutipan dalam Rule of Community 11: 9-10, berikut ini:

"Dan saya (saya tergolong) manusia yang jahat dan termasuk dalam kelompok orang yang keji. Ketidak adilan saya, pelanggaran-pelanggaran saya, dosa-dosa saya... (Termasuk) dalam golongan yang hina dan yang berada dalam kegelapan".43

Hal ini diperkuat dengan pernyataan Yesus, ketika menjawab pertanyaan muridnya yang menyebutnya "guru yang baik":

Apakah sebabnya engkau katakan aku ini baik? Seorangpun tidak yang baik, hanya Satu, yaitu Allah. " (Markus 10:18).

Al-Qur'an, yang mencantumkan do'a nabi Adam sebagai bapak manusia, dan menjadi do'a umat Muslim sehari-hari, menyatakan:

"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang­orang yang merugi ". (Al-a'raf 7:23).

Apa yang telah dicontohkan oleh para nabi termasuk Yesus dan Rasulullah Muhammad, hendaklah menjadi contoh bagi umat masing-masing. Amatlah naif jika umat nabi Isa tidak mau memohon ampun langsung kepada Allah, karena merasa dosanya sudah ditanggung oleh sang nabi sendiri, padahal Yesus menyatakan :

"Sebab anak manusia akan datang dalam kemuliaan Bapaknya, diiringi malaikat malaikatNya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya ". (Matius 16-27).

Yesus yang dengan tegas menyebut dirinya "anak manusia", menyatakan bahwa pembalasan (pada hari pembalasan) bagi setiap orang sesuai kesalahan masing-masing. Pembalasan itu termasuk bagi mereka yang menyebut Yesus sebagai "anak Tuhan", sebab tidak mungkin Yesus yang tidak ingin dikultuskan mau menolong umatnya yang tetap mengkultuskan dirinya. Jadi bagaimana dengan doktrin "dosa warisan" dan "penebusan" lewat pendeta atau Kardinal gay yang baru dilantik di New Hampshire?

READ MORE - Nabi mohon ampun berarti pendosa ? r: both;'/>

Minggu, 01 Mei 2011

khitan nya para nabi .


Ditinjau dari sisi sejarah, ternyata khitan (sunat) telah dikenal kira-kira 100 tahun sebelum Masehi. Ada beberapa alasan mengapa orang melakukan sunat. Philo, seorang Yahudi, mengungkapkan empat alasan orang melakukan khitan (sunat) :
1. Alasan kesehatan, untuk menghindari penyakit kelamin yang pada waktu dulu belum ditemukan obatnya.
2. Untuk mencapai kebersihan badan yang paling sempurna, terutama untuk kaum Paderi.
3. Suatu anggapan bahwa kelamin lelaki memiliki nilai yang sama dengan kasih (hati), sumber spritual dan intelektual.
4. Dengan bersunat berarti akan bertambah subur dan banyak anak.

Kejadian 17:12 menganjurkan anak lelaki dikhitan dalam usia 8 hari. Itulah sebabnya Nabi Isa as. pun dalam usia 8 hari dikhitan, kemudian secara resmi diberi nama Yesus (Lukas 2:21). Setelah itu, beliau dibawa ke Bait Allah di Yerussalem untuk diserahkan kepada Tuhan (Lukas 2: 22 dan 27) dan diberkati oleh Simeon ( Lukas 2 : 34 ).
Yesus dikhitan di samping dasar hukumnya telah disebut di atas, juga bersumber dari Imamat 12:1 s/d 8jo. Keluaran 13:2, sebagaimana para nabi lainnya pun semuanya dikhitan. Mereka antara lain :
- Adam ( Injil Barnabas 23 : 1 � 15 ). Maka tepatlah apa yang termaktub dalam Yahya 7 : 22 �Maka Musa sudah memberi kamu hukum bersunat itu, bukan asalnya dari Musa, melainkan dari nenek moyangmu.�
- Ibrahim, Ismail, dan Ishak ( Kejadian 17 : 24 � 26 dan 21 : 4 )
- Sampai zaman Harun dan Musa, khitan tetap berlaku ( Keluaran 12 : 43 )
- Yahya ( Yohanes ) dan Yesus dikhitan dalam usia 8 hari ( Lukas 1 : 59 � 60 dan 2 : 21 � 22 )

Kisah Haji dan Khitan di Masa Nabi Ibrahim

Sesudah Ka’bah berdiri, Nabi Ibrahim menerima perintah dari Allah SWT, agar memanggil kaum muslimin untuk menunaikan ibadah haji, mengunjungi Baitullah, baik yang dekat dengan Ka’bah maupun yang jauh, sesuai surah Al-Hajji ayat 27, “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus, yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”

Pada saat berusia 90 tahun (sebagian riwayat menjelaskan pada usia 80 tahun), Nabi Ibrahim menerima perintah Khitan, maka Nabi Ibrahim pun mengkhitan dirinya. Sedang Ismail di khitan pada usia 13 tahun (dalam kitab Injil Barnabas diterangkan, dulu Nabi Adam AS, berdosa setelah memakan buah yang dilarang Allah, buah Khuldi, setelah bertobat, dan diampuni dosanya oleh Allah, Nabi Adam bernazar, akan memotong sebagian dagingnya, kemudian Malaikat menunjukkan bagian daging yang dipotong, yakni pada bagian yang dikhitan). Selanjutnya khitan menjadi syariat agama Islam.

jadi khitan bukan hanya ajran nabi muhammad. tapi khitan adalah perintah Alloh kepada keturunan adam sebgaiamna di contohkan oleh para nabi, dan isalm erupaya untuk mengajak seluruh umat mansuai , ahli kitab , yahudi nasarni untuk kebali kepada ajran para nabi terdahulu .......


READ MORE - khitan nya para nabi . r: both;'/>

Kamis, 31 Maret 2011

NEGARA MISKIN ( entah kristen maupun islam ... ? )

Banyak saudra kita yang kristen menilai suatu agma di lihat dari hanya dari nilai material ( harta , gaya hidup, dsb ) agama mana yang paling benyak penganutnya maju, kaya, dan makmur serba kesukupan dan bergaya hidup mewah itulah agama yang benar ...... sebaliknya agma yang penganutnya banyak yang miskin, terbelakang, belum maju, berpenampilan ,,,,, jadul.... di simpulkan sebagai agama yang keliru dan salah ...... benarkah demikian ? beanarkah tolak ukur kebenaran suatu agama hanya dari materi saja, gaya hidup dsb..?
harta , kemakmuran dan kemajuan teknolgi bukanlah indiktor utama untuk menilai kebeanaran ssuatu agama karena inti dari ajaran agama bukanlah perintah untuk mencari harta, bermewah mewahan, gaya dsb ,, tapi agama memerintahkan kita untuk yakin akan adanya tugan itu ... menjalankan apa yang di printah dan menjauhi laranganya ..... dalam kondisi apapun kita di harukan tetep taqwa padaNya. entah di saat kesusahan, maupn dalam kesenangan ,
baik di saat kit
a kaya
maupun miskin. barang siapa yang lalai ( sombong, lupa akan
bersyukur, bersedekah , dsb ) setelah di beri kenikmatan , kekayaan , maka sejatinya ia adalah hamba yang gagal, sedang barang siapa yang dalam kondisi susah, miskin , hina (di mata manusia) ,, tapi ia tetap bersyukur dan bertqwa pada tuhan ( ia tak mencuri , mengeluh, dan putus asa ) maka sejatinya ia adalah hanba yang sejati...
tidak hanya islam yang mengjarkan bahwa hrta adalah sebuah ujian bukan semata2 sebaiak nikmat. nabi nabi terdahulu juga mengjarkan hal sedemikian ..... yang dalam kristen dapat kita cermati dalam beberapa ayanya berkut ...


Negara-negara yang mayoritas rakyatnya beragama Kristen/Katolik kehidupannya tidak maju-maju, bahkan sebagian di antaranya tetap miskin.
Amerika Latin: Meksiko, Argentina, Brazil, Kolombia, Venezuela, Peru, Kuba, Ekuador, Jamaika, Paraguay, Chili, Bolivia, Guyana, Suriname, Uruguay, Bahama, Dominika, Elsalvador, Nikaragua, Panama, Kosta Rika, Honduras, Trinidad & Tobago, Guatemala, Haiti, Belize, Grenada, Rep Dominika, Puerto Riko, Saint Lucia.

- Afrika: Ethiopia, Eritrea, Rep. Kongo, Chad, Zimbabwe, Mozambiq, Angola, Madagaskar, Namibia, Rep. Afrika Tengah, Uganda, Zambia, Botswana, Gabon, Pantai Gading, Guinea, Sierra Leone, Kamerun, Rwanda, Burundi, Togo, Malawi, Burkina Faso, Kenya, Jibouti, Ghana, Rep. Demokratik Kongo, Mauritania, Mauritius, Komoro.

Kenapa ajaran Kristen sangat MEMBENCI KEKAYAAN…?
Matius 19:23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang KAYA untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Matius 19:24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang KAYA masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Lukas 6:24 Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang KAYA, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.

Yakobus 5:1 Jadi sekarang hai kamu orang-orang KAYA, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu!

Yakobus 5:2 KEKAYAANMU sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat!

Yakobus 1 : 10 dan orang KAYA karena kedudukannya yang rendah sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput.

Bukankah dalam dunia ini :
Sumber dari segala kejahatan, perampokan, pelacuran, pembunuhan adalah kemiskinan di tambah minimnya keimanan . sesorang.

jadi harta bukanlah rujukan untuk menentukan kebenaran suatu agama ..... miskin kaya itu ketetapan Alloh .... dan itu merata .. oarng isalm ada yang msikin dan ada pula yang kaya, ada ynag masih terbelakang dan sudah maju cerdas,

MAKANYA JANGAN SUKA PAMER KEKAYAAN
READ MORE - NEGARA MISKIN ( entah kristen maupun islam ... ? ) r: both;'/>

Minggu, 27 Maret 2011

Ingin Memahami Islam, Pendeta di AS Praktek Salat dan Puasa


Ketika seluruh dunia mencaci maki Islam dan Muslim saat tragedi serangan 11 September 2001, sebuah situasi yang terduga terjadi. Peristiwa itu justru membuat banyak non-Muslim di seluruh dunia, utamanya di AS, ingin tahu lebih jauh tentang Islam, mereka mempelajarinya dan akhirnya banyak yang masuk Islam. "Blessing in disguise", sebuah berkah yang tersembunyi, begitu kata pepatah Inggris.

Sekarang, perdebatan Islam dan Muslim kembali menghangat di AS setelah Kongres AS mengabulkan usulan Senator Peter King untuk menggelar rapat dengar pendapat soal meluasnya radikalisasi di kalangan umat Islam Amerika. "Berkah tersembunyi" bukan tak mungkin terjadi lagi, gelombang orang Amerika yang ingin belajar Islam atau masuk Islam akan semakin bertambah.

Salah seorang warga AS yang jadi berminat mempelajari Islam menyusul kontroversi ide Peter King itu adalah seorang pendeta gereja Episkopal bernama Steve Lawler. Ia bahkan mencoba berpuasa, mempelajari Al-Quran dan melakukan salat untuk memahami agama Islam.

Pada harian St. Louis Post-Dispatch, Pendeta Lawler menyatakan, ia bisa saja cuma duduk dan mempelajari literatur ilmiah tentang Islam. Tapi itu berbeda dengan jika ia mempraktekkan sendiri apa yang diajarkan Islam.

"Anda bisa berpikir tentang melakukan sesuatu, tapi begitu Anda melaksanakannya, Anda benar-benar akan merefleksikannya," kata Pendeta dari Gereja Episkopal St. Stephen di Ferguson.

Oleh sebab itu, ia mulai salat lima kali sehari dan berpuasa selama satu bulan, seperti puasa bulan Ramadan. Pendeta Lawler juga mempelajari Al-Quran serta tidak minum minuman keras serta tidak makan daging babi yang dilarang dalam ajaran Islam.

Dikecam Gereja

Apa yang dilakukan Pendeta Lawler menuai kritik dari para pemuka gereja di AS, yang bahkan mengancam akan memecat Lawler dari jabatannya sebagai pendeta.

"Dia tidak bisa menjadi seorang Kristiani sekaligus seorang Muslim. Jika ia memilih untuk menjalankan peribadahan seorang Muslim, maka ia harus melepas identitas kekristenannya dan melepas jabatan pendetanya di gereja," kritik Uskup Bishop George Wayne Smith dan Keuskupan Episkopal di Missouri.

Smith berpendapat, Pendeta Lawler sudah "mempermainkan" agama orang lain dan akan menimbulkan anggapan bahwa ia melecehkan agama lain, dalam hal ini agama Islam.

"Saya meyakini bahwa ia berusaha atau sedang berusaha untuk mencapai pemahaman yang dalam tentang Islam. Itu mengagumkan. Tapi apa yang dilakukannya, dengan berpura-pura sebagai seorang Muslim, itu namanya sudah melecehkan agama lain," tukas Smith.

Menanggapi kritikan itu, Lawler menyatakan memahami kekhawatiran Uskup Smith. "Saya tahu, saya melangkah ke dalam semua ini, sebagai sebuah penemuan. Apa yang terjadi jadi berbeda dengan yang saya pikir selama ini, dan lebih kaya dari yang saya kira," jawab Lawler.

Lawler yang juga seorang profesor, mengajar tentang kepemimpin serta organisasi di Universitas Washington ini, sudah delapan tahun menjadi pendeta di Gereja Episkopal. Berbeda dengan gereka yang mengkritiknya, komunitas Muslim di AS menyatakan sama sekali tidak tersinggung dengan apa yang dilakukan Pendeta Lawler.

"Saya pikir itu ide yang bagus untuk memahami Islam dengan lebih baik," kata Mohammed Ibrahim, ketua direksi Islamic Foundation of Greater St. Louis.

"Kami menerimanya. Semua orang boleh datang dan melihat bagaimana kami salat di masjid dan bisa ikut salat jika mereka mau," sambungnya. Siapa tahu hidayah Allah Swt akan segera menghampiri Pendeta Lawler setelah ia merasakan sendiri bagaimana rasanya menjadi seorang muslim. (ln/oin)

READ MORE - Ingin Memahami Islam, Pendeta di AS Praktek Salat dan Puasa r: both;'/>

Senin, 28 Februari 2011

Mengungkap Kebohongan Pendeta Yosua Muhammad Yasin

Jangan mudah percaya dengan kesaksian para pendeta atau penginjil yang mengaku mantan kiyai atau ustadz. Karena mimbar kesaksian rohani di gereja sering melahirkan para penginjil yang nekad dalam berdusta.

Contohnya adalah kesaksian Pendeta Yosua Muhammad Yasin dalam VCD kesaksian rohani kristiani bertajuk “Kesaksian Tiga Mantan Muslim.” Dalam ceramah kesaksian di Gereja Mawar Saron itu, pria paruh baya kelahiran Citayam Bogor ini mengumbar kesaksian yang fantastis. Ia mengaku sebagai mantan muslim garis keras yang dibesarkan di lingkungan pesantren.

“Nama saya Yosua Muhammad Yasin. Yosua adalah nama baptisan saya dibaptis di Gereja Tiberias pada tanggal 24 Mei 2000. Sedangkan Muhammad Yasin adalah nama kelahiran saya. Karena latar belakang daripada keluarga saya, ayah saya seorang kiyai, ibu saya seorang ustadzah, dan saya seorang ustadz, mantan guru agama Islam yang sekarang alhamdulillah jadi hamba Tuhan. Amin,” kata Yosua dalam VCD itu.

Pendeta yang mengaku alumnus fakultas dakwah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga mengklaim memiliki pesantren dengan santri berjumlah lebih dari seratus orang. Konon, di pesantren ia mengajar Nahwu dan Sharaf tiap hari Minggu. Ia juga mengaku memiliki Madrasah Ibtidaiyah Hidayatul Atfal yang bernaung di bawah Departemen Agama. Selanjutnya, Pendeta Yosua menceritakan bahwa dirinya memiliki jam terbang yang tinggi sebagai ustadz, antara lain pernah diundang menyampaikan ceramah agama dalam peletakan batu pertama pesantren Tebu Ireng (Jombang-Jatim?).

Sebagai ustadz garis keras, aku Yosua, dirinya pernah membakar tiga gereja, setelah membakar gereja bersembunyi di Bandung karena takut ditangkap aparat keamanan. Aksi ini dilakukan karena ketika masih beragama Islam, ia sangat membenci orang Kristen. Karena ia dididik keras oleh orang tua di sekolah Ibtida’iyah (SD), Tsanawiyah (SMP), Aliyah (SMA) sampai dengan kuliah di perguruan tinggi IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Inilah cuplikannya:

“Kenapa saya sangat membenci orang Kristen? Karena ada ayat Al-Qur'an yang menyatakan: Innaa dinnaa indallohi islam. “Agama yang paling sempurna yaitu agama Islam.”

Dulu saya sangat ingin mengislamkan pendeta. Saya datangi rumah pendeta satu persatu. Tujuh belas pendeta saya datangi satu persatu. Saya ingin mengislamkan pendeta dengan dalil Al-Qur'an “innaa dinnaa indallohi islam.

Ternyata tak satu orang pendeta pun yang masuk Islam. Padahal kalau mau mengislamkan pendeta saya punya amalan Asmaul Husna. Tapi para pendeta itu diamalin dengan Asmaul Husna kok gak mempan. Tidak berhasil.”

Sejak itu, Yosua sering mimpi melihat cahaya putih dengan suara “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

Maka nas dalam mimpi itu dicarinya dalam Al-Qur'an tidak ketemu. Lalu ia shalat istikharah tiap jam 2 malam, tapi tidak dapat menemukan jawaban juga. Satu bulan kemudian, mimpinya terjawab ketika ia mendatangi gereja. Pada suatu minggu, usai mengimami shalat shubuh dan mengajar ngaji di pesantren, ia pergi ke gereja. Ia mendapat hadiah Alkitab (Bibel) dari seorang pendeta. Ternyata ayat yang ada dalam mimpinya itu adalah Injil Yohanes 14:6. Yosua pun masuk Kristen.

Pada menit ke-27 penginjil Yosua ingin meyakinkan jemaat gereja bahwa Al-Qur'an pun mengakui kewibawaan Alkitab (Bibel).

“Surat Ali Imran ayat 63 juz yang kedua puluh lima. “ya ayyuhalladina amanu id qola rosulullah sholllallohu alaihi wasallam kitabulloh. “Hai orang-orang yang beriman, pelajari Alkitab jika kamu ingin hidupmu dikaruniakan rahmat.” kata Yosua dengan suara berapi-api.

Anehnya, jemaat Gereja Mawar Sharon berulang kali memberikan aplaus ketika Pendeta Yosua menghina Islam. Mungkin mereka tak sadar kalau sedang dikibulin dengan kesaksian dusta yang sangat mencolok. Inilah beberapa kebohongannya antara lain sbb:

Pertama, beberapa kali Yosua melafalkan Al-Qur'an surat Ali Imran 19 secara salah: “Innaa dinnaa indallohi islam,” padahal yang benar adalah “Innad-diina ‘Indallohil-islaam.” Terjemahannya pun menyimpang jauh dari terjemah yang benar dan sah: “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.”

Dengan kesalahan baca, nahwu, sharaf dan penerjemahan yang sangat fatal seperti itu, lebih tepat bila disimpulkan bahwa Yosua adalah orang yang tidak tamat di Taman Pendidikan Al-Qur'an yang para santrinya adalah anak-anak TK.

Kedua, pengakuan Yosua bahwa dirinya pernah diundang menyampaikan ceramah agama dalam peletakan batu pertama pesantren Tebu Ireng Jombang pun mengada-ada. Karena pesantren termasyhur di Jawa Timur ini sudah didirikan jauh sebelum Yosua lahir. Semua orang pesantren tahu, Pondok Pesantren Tebuireng Jombang didirikan pada 3 Agustus 1899, dirintis oleh KH Hasyim Asy’ari.

Ketiga, Yosua terang-terangan berdusta lagi ketika menyebutkan bahwa surat Ali Imran mendorong umat Islam untuk membenci Kristen. Ayat “Innad-diina ‘Indallohil-islaam,” ini sama sekali tidak menyuruh membenci Kristen, melainkan pernyataan tegas bahwa Islamlah satu-satunya agama yang diridhai Allah. Ayat mulia dalam Al-Qur'an ini tak dimiliki oleh orang Kristen. Tak ada dalam Bibel pernyataan bahwa Kristen adalah agama yang paling diridhai Yesus.

Keempat, pernyataan Yosua bahwa dalam Islam ada amalan Asmaul Husna untuk mengislamkan pendeta, adalah mimpi di siang bolong.

Asmaul Husna bukanlah amalan untuk menyerang orang kafir semisal pendeta, melainkan nama-nama Allah yang baik, yang diamalkan untuk menyebut dan asma Allah ketika berdoa.

“Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan” (Qs Al-A’raf 180).

Kelima, kebodohan dan kebohongan Pendeta Yosua semakin nyata pada menit ke-27, di mana ia menyebut Al-Qur'an surat Ali Imran adalah juz yang ke-25. Inilah igauan orang sama sekali buta Al-Qur'an. Padahal santri TPQ saja tahu kalau surat Ali Imran bukan bukan juz ke-25, tapi juz ke-3.

Keenam, Pendeta Yosua menjadi jahil murakkab (dungu kuadrat), ketika menyebut surat Ali Imran ayat 63 berbunyi: “ya ayyuhalladina amanu id qola rosulullah sholllallohu alaihi wasallam kitabulloh,” yang diterjemahkan “Hai orang-orang yang beriman, pelajari Alkitab jika kamu ingin hidupmu dikaruniakan rahmat.” Padahal semua orang tahu bahwa surat Ali Imran 63 berbunyi: “Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Dan nas Arab yang dibacanya pun tidak bisa dimengerti apalagi diterjemahkan, karena tidak ada kata kerjanya (fi’il). Maka terjemahannya pun jauh mengada-ada dari nas Arab yang dibacanya. [voa-islam.com/timfakta, sabili]

READ MORE - r: both;'/>